KaryakuResensimuCerita SeruProfilBuku TamuKontak





Bagaimana Menerbitkan Sebuah Buku
Detailnya dapat dibaca di sini.

» beri komentar



Bukan Putri Angsa
Detailnya dapat dibaca di sini.

» beri komentar

Kawai di Beijing pada 29 Mei 2006 10:53 memberikan komentar:

Few month ago, I had met with Ms. Ernest J.K. Wen. She speak Mandarin and because I had visited Indonesia (actually Bali) once, I was glady talk to her. She had told me about her other activity such as novel writing. She told me about the website and invited me to visit.
I do not understand Bahasa Indonesia, but she has been very kind to explained to me about her book, "Bukan Putri Angsa". I think in English is She is not Swan Pricess something like that. The background of the book, is Indonesia Chinese, which is very interesting.
I am now working on with her to find a proper publishing company in Beijing. You know what? It's going to be a Chinese translation some day.
Keep up good work, Miss Wen.


ODY di Malang pada 22 Februari 2006 17:23 memberikan komentar:

Novel fiksi Bukan Putri Angsa tulisan Ernest JK Wen, seorang etnis China, dapat dipahami sebagai penuturan dari dalam diri seorang China tentang problem sosial mereka di tengah warga pribumi.

Karya itu menjadi istimewa karena Ernest (40), perempuan beretnis China yang juga merupakan pekerja kantoran di Surabaya, secara khusus mengangkat problematika dalam komunitas China di Pontianak.

Kepada hadirin yang datang dalam peluncuran bukunya di sebuah mal di Malang, Minggu (19/2), Ernest menjelaskan, ia tidakberpretensi menulis karya sastra. Oleh karenanya, Ernest mengaku merasa lebih nyaman jika karyanya yang merupakan karya kedua itu disebut sebagai novel pop.

Meski demikian, karya Ernest tetap membawa sejumlah pesan, yakni tentang ungkapan perasaan dari penutur asli tentang problem identitas etnis yang tetap dianggap asing di negeri kelahirannya sendiri, Indonesia.

"Saya tidak menulis pernyataan klise soal relasi etnis China dan pribumi, misalnya tentang naturalisasi, melainkan pengungkapan persepsi orang China tentang pribumi dan hubungan dengan pribumi melalui penuturan sebagai orang China' katanya.

Pontianak dan Kalimantan Barat menjadi setting sosial tokohnya. Bisa jadi, karena Ernest berasal dari sana, meski di Kalimantan Barat Ernest berdiam hanya sampai tamat SMU. Selanjutnya ia berdomisili di Jawa. Hal ini sekaligus menjadikan novel Ernest menjadi salah satu dari sedikit karya fiksi yang di-tulis oleh perempuan asal Pontianak.

Novel Bukan Putri Angsa me nuturkan hubungan bermasalah antara tokoh perempuan karier Naomi dan keluarganya, lingkungan kerjanya, serta masa lalunya sebagai anak yang tidak dikehendaki. Ia dilahirkan dari hubungan ibunya dengan ayah yang kini menjadi seorang pengusaha kaya.

"Orang China kaya sesungguhnya punya banyak masalah dengan hidupnya. Mereka tidak selalu tampak senang dengan kehidupan serba berke-cukupan secara material. Mereka punya kegelisahan. Mereka punya problem hubungan antargenerasi. Itu semua patut menjadi pengetahuan umum," katanya.

Namun, Ernest juga menekankan, novelnya semata-mata bertutur tentang hubungan sosial dan pengembangan karakter tokohnya. Tidak ada studi etnosentris dalam novelnya.

Bagi Ernest, karyanya merupakan bacaan ringan untuk sebuah topik dan kisah yang cukup serius. la lebih senang menyebut sebagai novel ruang tunggu. Suatu istilah untuk jenis novel yang bisa dibaca di ruang tunggu bandara, tempat praktik dokter, atau di tengah perjalanan. (ODY)




» komentar yang lain


Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan
Detailnya dapat dibaca di sini.

» beri komentar

ryn di x pada 14 Maret 2008 00:59 memberikan komentar:

well,
aq blom bc bku ini,wlwpun dah lama terbit
aq cuma pgn ngungkapin pemikiran aq mengenai cw lesbian,
krn aq juga seorang cwek yang mencintai cwek
jgn ngerasa ga normal krn jd seorang lesbian
nikmati aja rasa cinta yang kalian berikan satu sm lain
biarpun berat mnjalaninya
keep fighting,gurl!!!!


Ely (Elly_khusnul@yahoo.com) di Surabaya pada 10 Maret 2008 07:00 memberikan komentar:

Q mesti blg klo kisah Anggie dan Ika tll muluk untuk terjadi di budaya " Phobia_Indonesia".
Ini bkanna Q b'skp sok suci, krn akupun Lezz"Andro" sama spt Anggie. Bgmnakah cerita hidup ini akan b'akhir???? Apa hanya s'mlam saja??.
Apkh Anggie berani blg ke s'isi dunia betapa bsar dan m'bahagiakannya kisah cinta yang dia jalin b'sm Ika??
Q juga menyimpan s'untai cinta untuk perempuan laen mesq s'bagain m'nganggap klo cintaku tak boleh hidup.
Q ingn perjuangkan cintaku tp Q g bisa melihat raut kekecewaan pada keluargaku. Q tak bisa buraikan harapan ortuku untuk menimang cucu.
KatakanLah Q Pengecut, krn Itu adl Bnr. Q kan biarkan hatiku mengering, sekering lembar2 dlm novel yang tlah merekam Kisah cinta yang teramat muLuk.
Ernest,thanks 4 giving us blast of hope



» komentar yang lain





Depan | Karyaku | Resensimu | Cerita Seru | Profil | Buku Tamu | Kontak

Copyright © 2004-2005 Ernest J. K. Wen
Dilarang mengutip atau menyalin sebagian atau seluruh isi website ini dalam bentuk atau cara apa pun tanpa izin dari penulis.
Anda dapat menghubungi penulis di ernest@ejkok.com. Anda bebas untuk melakukan link ke website ini.
Masalah berkenaan dengan website ini, silakan hubungi Webmaster.
This website is powered by harianto.com