Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan mengungkap kisah percintaan insan manusia yang sangat mengharukan. Kisah cinta yang biasa menghiasi perjalanan hidup kaum remaja, tetapi menjadi istimewa karena insan-insan yang saling mencinta itu justru sesama perempuan. Novel ini juga mencoba mengangkat pertentangan batin yang sering dihadapi kelompok lesbian antara menerima keadaan dirinya atau menyerah kepada tuntutan keluarga, dan bahkan tuntutan masyarakat yang menganggap hanya pria dan wanita saja yang pantas untuk hidup bersandingan.
Apakah wajah itu masih sama? Apakah senyummu masih sehangat dan selembut ketika kau menciumku pertama kali di dalam gudang sekolah empat tahun tahun yang lalu? Kau ingin bertemu diriku dan aku begitu merindukanmu. Aku telah lari dari keinginan terbesarku. Entah berapa kali aku duduk memandang rumahmu ketika kau jauh di seberang lautan. Ketika kau tinggal sejangkau tanganku, mengapa aku menjadi pengecut? Seperti keong aku bersembunyi dalam cangkangku yang dingin! Uh...! Anggie.
Ika berperang dengan dirinya sendiri. Tidak berani melangkah dari alam kenangan yang telah didiaminya selama ini ke alam nyata yang kini menantinya. Ika takut melihat keluar jendela hatinya. Takut menemukan kenyataan yang pahit...
Mengapa saya mengangkat tema lesbian?
Ketika on air di radio Kosmonita, Surabaya, ada yang bertanya mengapa saya mengangkat tema begituan? Apa nggak mikirin segi komersialnya, siapa sih yang mau beli buku begituan? Kalo cuman ngarapin yang beli perempuan lesbian, ada berapa sih lesbian di Indonesia?
Well, saya menyadari hal ini tentu saja, bahkan saya juga menyadari bahwa mungkin akan mendapat tanggapan yang negatif. Tapi saya memang sudah bertekad akan menulis dan mengangkat kisah-kisah perempuan yang terpinggirkan karena mereka beda. Apapun resikonya. Kalo saya maunya nerbitin tulisan-tulisan yang bertema cinta yang manis-romantis dan ringan, saya punya bertumpuk-tumpuk tulisan yang belum diedit. Namun menurut saya buku harus mengandung informasi yang berguna, tidak sekedar menghibur. Saat ini sudah banyak anggota masyarakat kita yang sadar akan keberadaan kaum lesbian, namun masih sangat sedikit yang kita ketahui tentang saudara kita itu.
Untunglah, tanggapan masyarakat terhadap novel pertama saya ini oke banget. Dalam acara talk-show di radio Eltira, Yogyakarta, seorang pendengar pria yang mengaku dirinya seorang pendidik bahkan menyatakan kegembiraan beliau bahwa akhirnya ada yang mau mengangkat tema lesbian sebagai novel.
Dan meskipun novel bertema kisah cinta lesbian bukanlah yang pertama yang pernah diterbitkan di Indonesia, namun saya mencoba menyoroti sisi positifnya. Saya memberikan informasi yang sesungguhnya, bahwa lesbian pun banyak yang berprestasi, berperilaku baik di dalam masyarakat. Tidak melulu sibuk gonta-ganti pasangan, melakukan kekerasan karena cemburu, atau melakukan kawin kontrak untuk menyembunyikan identitas asli mereka.
Saya juga berusaha jujur bahwa banyak lesbian yang berusaha membina rumah-tangga dengan menikahi pria yang mau mengerti keadaan mereka. Saya juga ingin menyampaikan pesan kepada para perempuan lesbian, bahwa mereka nggak usah takut dikucilkan! Enggak semua orang berpandangan sepicik itu kok.
Bagaimana pun juga, pada akhirnya, pembacalah yang berhak menilai. Jika kejujuran yang berusaha saya tonjolkan sampai menyinggung hati siapa pun, saya mohon maaf. Harapan saya hanya satu ketika mempublikasikan buku ini, semoga menghibur dan menambah informasi para pembaca.
Ingin memiliki buku ini? Hubungi melalui email pada halaman "Kontak" atau melalui HP Penerbit: 081330648686 dengan mencantumkan:
Bukti pembayaran melalui BCA.
Nama Pemesan
Alamat Pemesan (yang dapat dijangkau dengan kurir).
Pesan Khusus: apakah ingin mendapatkan tanda tangan penulis dan ditujukan untuk siapa atau dengan pesan khusus. Jika tidak disebutkan penulis hanya akan membubuhkan tanda tangan tanpa pesan khusus.
Buku akan dikirimkan selambat-lambatnya 24 jam setelah diterimanya bukti pembayaran.
Harga: Rp 35,000 (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) telah termasuk ongkos kirim di dalam wilayah Indonesia.